Pintaku

Pendar cahaya lampu memberi penerangan pada jalanan sunyi sepi. Lampu itu berdiri tidak sendiri, ada aku di sampingnya yang membunuh waktu menatap langit gelap berbintang. Dingin angin malam menembus jaket tipisku, aku terdiam dikeheningan. Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Aku meyakinkan diri dan meneguhkan hati. Aku memilih merdeka dan berbahagia, memasrahkan hidup dan matiku pada Pemilik Jagad Raya.

Bukankah semua ini adalah kehendakNya?
Penyesalan memang mengesalkan, dan kesedihan memang menyesakkan.
Tapi buat apa menyesal, buat apa bersedih?

Lagi-lagi aku termenung, menyimak monolog yang ada dalam kepalaku sendiri. Manusia makhluk sempurna, tapi ia ternyata lemah.

TanpaMu, apalah dayaku.
TanpaMu, apalah hidupku.
TanpaMu, apalah aku.

Permintaanku kini, dekatkan aku denganMu. Aku rindu.

#Day1
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.